Page 2

Dalam Proses

Page 3

Dalam Proses

Page 4

Dalam Proses

Page 5

Dalam Proses

b

LKP Saraswati Komputer

"Mengutamakan Kualitas daripada Kuantitas"

http://albertjoko.files.wordpress.com/2008/04/hikecrab_kepiting-unik.jpg

Budidaya Kepiting Laut

 

Welcome

g

Kursus Operator Computer

j

Kursus Tekhnisi Computer

g

Pemilik & Penanggung Jawab

h

I Wayan Surata, SE., S.Kom

b

o

HP. 081354224426

E-mail :

Saraswati_Komputer@yahoo.co.id

File Download

Dalam Proses

Link-Link Terkait
Proyek 2

Dalam Proses

Proyek 1

Dalam Proses

Tugas TIK

 

Chapter 3        Ethiscs of Using ICT

Bab 3              Etika Menggunakan

                        TIK

 

 

Bagaimanakah cara menggunakan teknologi informasi yang baik dan benar ? Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi harus mengikuti etikadan moral yang berlaku. Jadi, tidak hanya dalam pergaulan yang memerlukan etika dan moral, tetapi dalam penggunaan perangkat teknologi juga harus mengikuti etika dan moral yang benar. Untuk mengetahui etika dan moral menggunakan teknologi yang baik dan benar, pelajarilah bab ini dengan sungguh – sungguh.

 

Rounded Rectangle: Concept Map Peta konsep  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Intellectual property Rights on Information and Communication Technology

Hak atas kekayaan Intelektual (HAKI) dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

Health and safety Work in Using Information and Communication Technology

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam menggunakan Teknologi Informasi dan komunikasi

 

Morals and ethics of Using information and Communication technology

Moral and Etika menggunakan Teknologi informasi dan komunikasi

 
                                                                           

                                                                           

                                                                            Learning

                                                                            Mempelajari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Komputer merupakan contoh peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu manusia. Komputer sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dari semua sektor, pasti menggunakan alat ini sebagai alat bantunya. Namun, di balik besarnya manfaat yang bisa diambil, ada sisi – sisi negatif yang sering timbul. Dampak negatif itu bisa menimbulkan masalah yang kecil hingga masalah besar menyangkut kehidupan orang banyak. Dari sisi kesehatan pun penggunaan komputer yang tidak memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja dapat menyebabkan gangguan yang terkadang tidak ringan juga. Semua sisi – sisi negatif yang mungkin timbul ini lebih disebabkan oleh faktor manusia ( brain ware ). Untuk dapat memaksimalkan kerja komputer bagi pemenuhan kebutuhan manusia, diperlukan sumber daya manusia yang profesional. Untuk mendapatkan hal itu, dibutuhkan sumber daya yang tahu benar bagaimana menggunakan komputer secara benar, baik ditinjau dari sisi moral, hukum maupun kesehatan.

 

 

A. Morals and Ethics of Using ICT

Moral dan Etika Menggunakan TIK

 

Sesuatu yang baik, belum tentu selamanya baik. Barangkali istilah itu berlaku untuk perkembangan teknologi dan informasi skarang ini. Di balik perkembangan teknologi informasi yang maju dengan pesatnya, akses informasi yang mudah didapat, membawa kemaslahatan bagi manusia. Namun, di sisi lain hal ini membuka celah bagi orang – orang   yang tidak bertanggung jawab, yaitu orang- orang yang mementingkan diri sendiri sehingga menyebabkan kerugian baik bagi perorangan, sekelompok orang, perusahaan, atau bahkan bagi sebuah negara.

Komputer yang kita gunakan tentunya tidak terlepas dari keberadaan orang lain. Apakah komputer itu terhubung dengan jaringan dan internet atau hanya sebagian komputer pribadi. Penggunaan komputer pribadi pun tidak lepas dari peran serta pihak lain. Kita tidak bisa membuat sendiri software aplikasi yang kita gunakan, baik sebuah sistem operasiatau program aplikasi lain. Singkatnya, komputer bisa dikatakan sebagai media berinteraksi antara seseorang dan orang lain. Oleh karena itu, adanya suatu etika dan moral yang baik sangat diperlukan. Hal itu dimaksudkan untuk mengatur hubungan manusia dalam menggunakan alat tersebut. Dengan demikian, penggunaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi akan membawa manfaat bagi semua pihak.

Moral dapat diartikan sebagai tradisi kepercayaan mengenai prilaku benar atau salah, sedangkan etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Moral dan etika merupakan peraturan yang tidak tertulis . Namun, dengan moral dan etika ini seseorang sudah dapat menyatakan bahwa suatu perbuatan itu benar atau salah. Sebagai contoh adalah mencuri. Orang tanpa melihat apakah ada peraturan tertulis atau tidak, sudah tahu bahwa perbuatan itu tidak benar.  Apalagi hal itu diperkuat oleh peraturan tertulis, yaitu hukum. Dengan demikian, orang yang melanggar peraturan tertulis diberikan sanksi yang mengikat seperti denda dan hukum penjara. Hal ini berlaku juga dalam penggunaan komputer sebagai sarana interaksi dengan manusia lain.

 

Secara garis besar, masalah etika dan moral yang muncul dengan adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut.

 

1.  Cracker

Cracker yaitu segolongan orang yang menyorobot masuk kedalam sistem komputer dan merusak sistemnya dengan tujuan utama untuk mendapatkan keuntungan.

 

2.  Internet Abuse

Penyalahgunaan  Internet

Konsep dunia tanpa batas di dalam dunia maya telah mengundang banyak implikasi buruk kepada para pengguna internet terutama di kalangan remaja.

 

3.  Creating and spreading Virus

Membuat dan Menyebarkan Virus

virus ini disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat merusak sistem, data, perisian, dan melumpuhkan rangkaian komputer. Ada banyak motivasi yang melatarbelakangi seorang pembuat virus, terkadang kepentingan bisnis, kepentingan sekelompok orang, bahkan negara, atau terkadang hanya ulah orang-orang yang iseng, yang tidak punya motif keuntungan apa-apa. Virus ini selalu berkembang dan setiap hari dipastikan ada virus komputer baru yang muncul.

 

4.  Copyrights Violation

Pelanggaran hak cipta

Pelanggaran hak cipta, yaitu memuat sebagian isi atau keseluruhan dari suatu dokumen dengan tidak benar, melanggar UU Hak Cipta, dan izin dari pihak pemiliknya.

 

5.  Software Piracy

Pembajakan Software

Penggunaan software yang tidak dibeli secara sah, termasuk didalamnya memperjual belikan software-software salinan.

Dampak-dampak negatif tersebut, disebabkan karena moral dan etika yang tidak baik dari sebagian pemakai. Tanpa adanya peraturan tertulis, orang pun tahu bahwa segala sesuatu yang menyebabkan kerugian orang lain merupakan hal yang tidak baik. Hal ini tidak lah cukup karena tidak ada peraturan yang mengikat sehingga tidak menimbulkan sanksi bagi pelakunya. Oleh karena itu, dibuatlah sejumlah aturan hukum yang mengatur tentang masalah-masalah tersebut.

Untuk mengatasi masalah tersebut, etika dan moral penggunaan komputer perlu dikaji dan dipelajari, dengan tujuan :

a.    Menjaga tingkah laku individu supaya segala pengetahuan, kepakaran dan kemahiran dapat digunakan untuk kebaikan bersama serta bermanfaat

b.    Mendisiplinkan individu

c.    Meningkatkan kualitas dan ketinggian akhlak individu

d.    Mewujudkan budaya kerja yang produktif

e.    Sebagai panduan dalam menggunakan komputer

f.      Menghindari masalah moral dan etika dari aspek sosial.

 

Ada 10 kode etik yang digunakan sebagai panduan bagi pengguna dan profesionalisme komputer yang diterbitkan oleh Computer Ethics Institute, yaitu :

a.    Tidak menggunakan komputer untuk membahayakan orang lain

b.    Tidak mengganggu kerja komputer orang lain

c.    Tidak menyerobot masuk file komputer lain

d.    Tidak menggunakan komputer untuk mencuri

e.    Tidak menggunakan komputer untuk menipu

f.      Tidak menggunakan atau menyalin program yang tidak dibeli secara sah

g.    Tidak menggunakan sumber dari komputer orang lain tanpa kebenaran

h.    Tidak mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri sendiri

i.      Memikirkan kesan sosial program atau sistem yang dibangun

j.      Menggunakan komputer dengan memerhatikan rasa dan hormat kepada orang lain.

 

B. Work Health and Safety in Application of ICT

Kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) dalam aplikasi TIK

 

Kebutuhan akan penggunaan komputer di perusahaan atau keperluan pribadi membuat seseorang harus berlama-lama di depan komputer. Seorang akuntan atau sekretaris bisa duduk sedikitnya 6 jam setiap harinya di depan komputer. Seorang desainer atau programer mungkin tidak cukup 6-8 jam untuk menyelesaikan pekerjaan bahkan sehari penuh atau sampai malam hari. Demikian juga seorang anak yang sedang asik dengan game-nya. Kebiasaan berlama-lama di depan komputer lambat laun akan mengganggu kesehatan sehingga sering kali muncul keluhan-keluhan mulai dari pusing, matra berair, leher dan punggung kaku . Banyak yang menduga hal ini disebabkan karena rasa tegang dan stres akibat pekerjaan dan suatu hal yang wajar. Padahal, keluhan tersebut bisa saja diakibatkan karena penggunaan komputer yang terlalu lama dan jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan.

 

Karena pentingnya masalah ini, orang mulai menempatkan masalah gangguan kesehatan kerja menjadi suatu kajian khusus yang disebut dengan ergonomik. Ergonomik adalah suatu ilmu terapan yang mengkaji metode atau pola kerja dan bagaimana cara meningkatkannya . Ergonomik akan mengkaji dan berusaha mencari kesesuaian antara kondisi fisik pekerja, lingkungan kerja, dan jenis aktivitasnya. Hasilnya dapat berupa desain kerja yang lebih baik, metode kerja, tempat kerja, dan lain-lain. Cakupan ergonomik sangat luas, termasuk didalamnya adalah pekerjaan yang memanfaatkan komputer, yaitu bagaimana memanfaatkan komputer semaksimal mungkin tanpa mengurangi produktivitas pekerja dan tanpa sakit. Hasilnya dapat dipakai tidak hanya oleh para pekerja yang berkaitan dengan komputer tetapi masyarakat pada umumnya.

 

Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh komputer secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu :

1.    Gangguan pada bagian mata dan kepala

2.    Gangguan pada lengan dan tangan

3.    Gangguan pada leher, pundak, dan punggung.

 

Gangguan pada mata sering juga disebut sebagai computer vision syndrom. Gejala yang timbul pada gangguan ini seperti nyeri atau sakit kepala, mata kering, iritasi, dan mata lelah. Gangguan ini dapat mengakibatkan kemampuan fokus mata menjadi lemah, penglihatan kabur ( astigmatisma, miopi, presbiopi ),   pandangan ganda, dan disorientasi warna.

 

Gangguan yang terjadi pada bagian lengan dan telapak tangan dapat dirasakan mulai dari nyeri pada pergelangan tangan (karena gangguan pada otot tendon dibagian pergelangan), nyeri siku sampai terjadi cidera yang lebih serius seperti carpal tunnel syndrome, yaitu terjepitnya syaraf di bagian pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cedera ini harus segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan operasi terpaksa harus dilakukan. Kelompok gangguan lainnya berupa nyeri pada bagian leher, pundak, punggung, dan pinggang. Nyeri dibagian ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri dibagian paha dan betis.

 

Untuk dua kelompok yang terakhir, biasanya disebabkan oleh gerakan berulang pada satu bagian tubuh tertentu dan posisi duduk yang lama dan menetap atau dikenal dengan istilah RSI ( repetitive strain injury ). Posisi kita dalam bekerja, posisi meja kerja, perangkat kerja seperti monitor, mouse, dan keyboard sangat berpengaruh akan timbulnya RSI ini.

 

Untuk mengatasi masalah kesehatan yang muncul seperti di atas maka kita harus memerhatikan faktor-faktor berikut.

 

1.  Work Place

Tempat kerja

     Tempat kerja sangat berpengaruh bagi kenyamanan kita dalam bekerja. Sebelum bekerja, alangkah baiknya kita mengatur tempat kerja. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut.

a.    Pastikan meja yang digunakan cukup untuk menata posisi yang nyaman untuk monitor, keyboard, mouse, printer, penyangga buku, dan peranti lain seperti telepon.

b.    Posisikan peralatan yang paling sering digunakan seperti mouse dan keyboard pada jarak yang mudah dijangkau oleh tangan kita.

c.    Atur pencahayaan ruangan secara optimal. Cahaya tidak boleh terlalu kuat sehingga tampilan monitor tidak tajam dan tidak juga terlalu lemah karena berpotensi menyebabkan gangguan pada mata. Hindari lampu yang langsung menyorot ke monitor karena dapat menyebabkan pantulan di layar. Usahakan posisi sejajar dengan jendela dan jangan berhadapan atau membelakangi jendela.

d.    Buku laporan dan bahan cetakan lain yang dibutuhkan dalam bekerja dengan komputer sebaiknya didekatkan ke monitor.

 

 

2.  Work Equipment

Perangkat kerja

 

a.    Chair

Kursi

Kursi merupakan perangkat kerja yang penting untuk anda. Kursi yang baik adalah kursi yang memberikan postur dan sirkulasi yang baik serta memberikan kenyamanan. Pilih kursi yang dapat diatur dan memiliki penyangga punggung.

Selanjutnya, aturlah kursi sebagai berikut.

1)    Paha anda dalam posisi horizontal dan punggung bagian bawah atau pinggang anda terdukung. Jika hal ini tidak dilakukan, punggung dan pinggang anda berpotensi mendapatkan gangguan.

2)    Bila kursi kurang dapat di atur, bagian bawah punggung dapat dibantu dengan diberi bantal.

3)    Telapak kaki anda harus dapat menumpu secara rata di lantai ketika duduk dan ketika menggunakan keyboard. Apabila kursi terlalu tinggi, anda dapat memanfaatkan penyangga kaki.

4)    Kadang-kadang ubahlah posisi duduk anda selama bekerja karena duduk dalam posisi tetap dalam jangka lama akan mempercepat ketidaknyamanan.

b.    Keyboard

Keyboard merupakan perangkat masukan yang sering digunakan dalam pengoperasian komputer sehingga posisi yang tidak nyaman akan menyebabkan gangguan kesehatan. Posisi keyboard dan mouse yang tidak nyaman menyebabkan kita rentan terkena gangguan carpal tunnel syndrome. Usahakan untuk menempatkan posisi keyboard pada posisi senyaman mungkin seperti berikut.

1)    Posisikan keyboard yang membuat lengan anda dalam posisi relaks dan nyaman, dan lengan bagian depan dalam posisi horizontal.

2)    Pundak anda dalam posisi relaks dan terangkat ke atas.

3)    Pergelangan tangan harus lurus, tidak menekuk ke atas atau ke bawah.

4)    Ketika mengetik tangan harus ikut bergeser ke kiri dan ke kanan sehingga jari tidak dipaksa meraih tombol- tombol yang dimaksud.

5)    Jangan memukul tombol, tekan tombol secara halus sehingga tangan dan jari anda tetap relaks.

6)    Gunakan keyboard ergonomik yang dirancang untuk dapat diatur sesuai dengan ukuran jari dan posisi lengan.

7)    Manfaatkan fitur shortcut dan macro dalam pengoperasian komputer. Misalnya, Ctrl + S untuk menyimpan. Shortcut / macro akan mengurangi aktivitas penekanan tombol.

c.    Mouse

Untuk menempatkan mouse agar diperoleh posisi yang lebih nyaman, lakukan hal-hal berikut.

1)    Tempatkan mouse dekat dengan keyboard dan dipermukaan yang sama sehingga anda dapat meraih dan menggunakannya tanpa harus meregangkan tangan ke posisi yang berbeda ( lebih jauh ).

2)    Pegang mouse secara relaks dan klik dengan tegas. Gerakkan mouse dengan lengan, jangan hanya dengan pergelangan anda. Jangan tumpukkan pergelangan atau lengan bagian depan di meja ketika anda menggerakkan mouse.

3)    Untuk jenis rolling-ball mouse, bersihkan mouse secara periodik karena mouse yang kotor akan mengganggu pergerakkan kursor dan menyebabkan pergelangan menjadi tegang.

4)    Gunakan scroll-point mouse sehingga gerakan scrolling di layar mudah dilakukan.

5)    Gunakan optical mouse untuk memperoleh gerakan kursor yang lebih presisi. Pekerjaan di bidang cad / grafis sebaiknya menggunakan mouse jenis ini. Usaha untuk mengarahkan kursor secara presisi akan cenderung meningkatkan ketegangan di otot lengan dan bahu.

d.    Monitor

agar lebih nyaman saat menggunakan komputer, anda dapat mengatur monitor, seperti hal berikut ini.

1)      Posisi layar monitor sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir pantulan cahaya dari lampu, jendela, atau sumber cahaya lainnya. Apabila tidak memungkinkan untuk mengatur posisi layar monitor, anda dapat memasang filter di depan layar monitor.

2)    Atur monitor agar mata anda sama tingginya dengan tepi atas layar, sekitar 5-6 cm di bawah bagian atas casing monitor. Monitor yang terlalu rendah akan menyebabkan leher dan pundak anda nyeri.

3)    Atur posisi jarak anda dengan monitor. Usahakan anda berada ± 50-60 cm dari monitor. Monitor yang terlalu dekat akan mengakibatkan mata anda tegang, cepat lelah, dan berpotensi mendapat gangguan penglihatan.

4)    Posisi monitor tepat lurus di depan anda, jangan sampai memaksa kepala anda menoleh untuk melihat layar.

5)    Tengadahkan monitor sehingga bagian atas monitor sedikit kebelakang.

6)    Atur tingkat kecerahan dan kekontrasan monitor senyaman mungkin. Jangan terlalu redup, tetapi juga jangan terlalu terang. Ketika kondisi cahaya diruang anda berubah, sesuaikan lagi kecerahan dan kekontrasan monitor sehingga mata anda nyaman melihatnya.

7)    Bersihkan layar monitor secara periodik. Layar yang kotor akan menimbulkan efek pantulan dan tampilan buram.

8)    Apabila anda mengalami kesulitan untuk melihat tampilan layar dengan jarak 50-60 cm, anda dapat mencoba membesarkan tampilan atau resolusi layar. Apabila resolusi 1,024 x 768 pixels terlalu kecil, ubah ke 800 x 600 pixels. Juga atur warna dan ukuran huruf apabila diperlukan.

 

 

3.  Work Method

Cara kerja

Di samping pengaturan tempat kerja dan perangkat kerja, kebiasaan yang baik dalam bekerja juga berpengaruh untuk mengurangi gangguan kesehatan. Kebiasaan yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gangguan kesehatan adalah sebagai berikut.

a.    Buatlah variasi dalam bekerja dan istirahat atau break secara periodik. Hal ini untuk mengurangi kemungkinan kelelahan dan ketidaknyamanan. Sebaiknya setiap 20 menit bekerja, break selama 20 detik, dengan mengalihkan pandangan ke jarak ± 6 m.

b.    Ketika kita berkonsentrasi di depan layar monitor, kita cenderung sering menahan napas, terlebih apabila pekerjaan kita diburu waktu. Untuk mendapatkan relaksasi, sempatkan beberapa detik untuk menarik napas panjang.

c.    Jangan lupa, kedipkan mata anda saat memandang layar monitor. Ketika memandang layar monitor, kita cenderung akan lebih jarang berkedip daripada ketika kita mengerjakan pekerjaan lain dalam jarak dekat, misalnya menulis surat di kertas. Berkediplah dengan penuh dan sering. Bisa dipertimbangkan juga untuk memasang reminder atau pengingat di layar.

d.    Jangan lupa untuk memeriksakan mata anda secara rutin. Ukurlah jarak pandang anda dan lakukan konsultasi ke dokter mata anda.

 

Di luar ketiga faktor tersebut, yang perlu diperhatikan lagi adalah adanya radiasi yang mungkin dihasilkan oleh monitor. Radiasi yang dihasilkan monitor berupa gelombang elektromagnetik dari bagian CRT ( cathode ray tubes ) dan komponen elektronis lainnya. Berdasarkan riset, kontribusi radiasi baik dari jenis ionizing maupun no-ionizing dari pemakaian perangkat VDT ( visual display terminal monitor ) selama rata-rata 8 jam / hari sangatlah kecil dibandingkan dengan kontribusi radiasi dari consumer product lainnya. Karena telah ditetapkannya standar internasional untuk emisi radiasi yang aman maka pemilihan perangkat komputer harus memerhatikan standar radiasi yang berlaku, khususnya untuk perangkat monitor. Untuk mengurangi tingkat radiasi ini, digunakan screen guard yang dipasang di depan layar monitor.

Contoh di atas adalah sedikit tips yang sangat berguna bagi kita saat menjaga kesehatan dalam menggunakan komputer. Kebanyakan orang tidak memikirkan hal-hal seperti ini. Dalam waktu dekat mungkin tidak terasa dampaknya, tetapi dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan dampak tersebut akan terasa bagi pengguna komputer termasuk kita. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya aspek-aspek kesehatan dalam menggunakan komputer harus diperhatikan.

 

C.  Intellectual property Rights in ICT

Hak Atas kekayaan Intellektual ( HAKI ) dalam TIK

 

Seperti telah dijelaskan di awal, salah satu bentuk masalah moral dari penggunaan komputer adalah pelanggaran hak cipta dan pembajakan software. Seseorang yang menggunakan software bajakan / kopian barangkali banyak yang tidak menyadari bahwa dia telah melakukan suatu perbuatan yang tidak benar, bahkan bertentangan dengan hukum sehingga bisa dikenai sanksi baik denda ataupun hukuman penjara. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh aparat untuk mengatasi masalah ini seperti mengadakan sweeping, dan sosialisasi. Akan tetapi, hal ini tidaklah cukup karena terbukti masih banyak software-software bajakan yang dijual secara bebas. Oleh karena itu, perlu ditanamkan mengenai pentingnya hak atas kekayaan intellektual ( HAKI ) dalam teknologi informasi dan komunikasi.

 

1.   Defenition of IPR ( intellectual property Rights )

Pengertian HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual )

 

HAKI (Hak Atas Kekayaan intelektual) terdiri atas tiga suku kata : hak, kekayaan, dan intelektual. Menurut defenisinya, HAKI merupakan suatu hak yang timbul dari hasil olah pikir manusia yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia. Dapat pula dikatakan bahwa  HAKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreatifitas intelektual yang lahir karena kemampuan intelektual manusia.

Pada awalnya, perlindungan HAKI diberikan kepada penemu sebagai insentif untuk melakukan penemuan atau inovasi-inovasi lainnya. Dia diberi hak monopoli untuk waktu tertentu atas temuannya tersebut. Adanya hak monopoli ini memungkinkan sang penemu untuk mendapatkan imbalan finansial atas usahanya.

HAKI awalnya mencakup dua hal, yaitu hak cipta dan hak paten yang masing-masing mempunyai aturan sendiri. Hak cipta melindungi hasil kecerdasan, pikiran, dan ungkapan atau renungan manusia yang terwujud dalam bentuk buku, lagu, film, atau software komputer . Hak ini khususnya melindungi dari pemanfaatan pihak lain untuk kepentingan komersial. Hak paten mencakup temuan dan teknologi, kerja yang dikerahkan untuk membuat barang baru, mulai dari traktor, obat-obatan, sampai alat pembuka kaleng yang menggunakan listrik. Dalam perkembangannya, HAKI memperluas cakupannya hingga muncul pula kategori merek dagang, rahasia dagang, desain industri, dan tata letak sirkuit terpadu.

 

Secara garis besar HAKI dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

a.            Hak cipta

            Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang hak cipta : “hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan  yang berlaku. “

 

b.            Hak kekayaan industri

            Hak ini terdiri atas hak-hak berikut.

1)     Paten , berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang paten :

            “paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya”. Berbeda dengan hak cipta yang melindungi sebuah karya, paten melindungi sebuah ide, bukan ekspresi dari ide tersebut. Pada hak cipta, orang lain berhak membuat karya lain yang fungsinya sama asalkan tidak dibuat berdasarkan karya orang lain yang memiliki hak cipta. Pada hak paten, seseorang tidak berhak untuk membuat sebuah karya yang cara bekerjanya sama dengan sebuah ide yang di patenkan.

2)    Merek dagang

Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang merek, “ merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.” Contoh : kacang atom cap “ Ayam Jantan “.

 

 

3)    Rahasia dagang

Menurut pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang rahasia dagang, “ rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum dibidang teknologi dan atau bisnis.” Contoh : rahasia dari formula parfum.

4)    Identitas layanan

Identitas layanan adalah kata, frase, logo, simbol, warna, suara, atau bau yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk mengidentifikasi sebuah layanan dan membedakannya dari pesaing. Pada praktiknya, perlindungan hukum di fokuskan untuk merek dagang, sedang identitas layanan untuk identitasnya. Contoh : “ pegadaian menyelesaikan masalah tanpa masalah “.

5)    Desain industri

Berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-undang nomor 31 Tahun 2000 tentang desain industri, “ Desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan dari padanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yangf memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk mernghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. “

6)    Desain tata letak sirkuit terpadu

Berdasarkan pasal 1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang desain tata letak sirkuit terpadu,

Ayat 1, “ Sirkuit terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang dui dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.” ;

Ayat 2, “ Desain tata letak Adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu.”

Penghargaan akan HAKI sangatlah penting sebagai suatu bentuk penghargaan atas jerih payah dan kreativitas seseorang. Dengan demikian, hasil karyanya tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya. Bayangkan saja seandainya kita telah bersusah payah untuk menciptakan sesuatu, kemudian hasil ciptaan kita ditiru atau diciplak seseorang, kemudian menjualnya sehingga menghasilkan keuntungan yang besar tetapi yang berkarya tidak mendapatkan apa-apa. Untuk melindungi ciptaan dari orang-orang seperti itu maka pemilik harus mendaftarkan ciptaan atau produknya sebagai hak atas kekayaan intelektual.

 

 

2.   Software IPR

HAKI perangkat lunak

 

Di antara masalah HAKI yang paling sering mendapatkan sorotan di antaranya adalah masalah perangkat lunak. Di indonesia, HAKI perangkat lunak masuk kategori hak cipta artinya kita tidak dapat memperbanyak software tersebut tanpa izin dari pemiliknya. Mahalnya perangkat lunk seperti sistem operasi Windows dan program aplikasi lainnya menyebabkan banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan software-software ilegal. Tingginya tingkat pembajakan software mengundang keprihatinan banyak pihak terutama perusahan pembuat software seperti microsoft. Bahkan, indonesia menduduki peringkat dua belas dunia dengan nilai pembajakan mencapai 84 persen pada tahun 2007. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya termaksuk pemberlakuan UU Nomor 19 Tahun 2002. UU ini disosialisasikan mulai bulan Juli tahun 2003.

 

Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang HAKI

 

Undang-undang ini sebenarnya merupakan amandemen dari beberapa undang-undang sebelumnya. Bermula dari UU No. 7/1994 tentang hak cipta yang diratifikasi menjadi UU No. 18/1997. Undang-undang yang berakhir ini lebih ditujukan kepada para pemakai komputer ( end user ). Pada undang-undang yang baru ini, unsur pidana akan dikenakan kepada pemakai barang ciptaan orang lain secara tidak sah.

Perlindungan HAKI ini sangatlah penting karena tanpa adanya perlindungan akan mematikan inovasi dari seseorang untuk membuat penemuan-penemuan. Industri perancangan software tidak akan maju jika hasil jerih payah seseorang yang telah dibuat berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dengan mudahnya dikopi hanya dalam hitungan menit sxaja sehingga kita tidak bisa menikmatin hasil jerih payah kita sendiri.

 

 

Sun, 6 Dec 2009 @10:14


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+4+3

Copyright © 2017 #By:www.lkpsaraswati.com# · All Rights Reserved